Anggota Bawaslu Tana Toraja Jadi Narasumber KKL dan Praktikum Mahasiswa UIN Alauddin Makassar
|
Tana Toraja – Anggota Bawaslu Kabupaten Tana Toraja Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, Theofilus Lias Limongan, menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan Praktikum Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar.
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Otoritas, Memperkuat Integritas: Sinergi Penyelenggara Pemilu dan Tokoh Adat Toraja untuk Pemilu Damai dan Bermartabat”. Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Tongkonan Puang Sappetau, Makale Utara, dan diikuti oleh mahasiswa yang sedang menjalani rangkaian KKL dan Praktikum di Kabupaten Tana Toraja.
Dalam pemaparannya, Theofilus Lias Limongan menyampaikan materi bertajuk “Dinamika Politik Elektoral dan Moderasi Beragama di Bumi Toraja”. Ia menjelaskan bahwa dinamika politik elektoral di Tana Toraja memiliki karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh nilai sosial dan budaya lokal. Oleh karena itu, penyelenggaraan demokrasi perlu dijalankan dengan mengedepankan prinsip moderasi, toleransi, serta penghormatan terhadap keberagaman.
Menurutnya, Bawaslu memiliki peran strategis tidak hanya dalam pengawasan pemilu, tetapi juga dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat agar demokrasi berjalan secara damai dan bermartabat. Sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk unsur Tokoh agama, Tokoh adat/Masyarakat Adat dan akademisi, menjadi bagian penting dalam memperkuat integritas pemilu.
Seminar ini dikemas dalam bentuk diskusi interaktif yang bertujuan membangun jejaring antara kalangan akademisi, mahasiswa, dan praktisi kepemiluan. Berbagai isu dibahas, mulai dari peran pengawasan pemilu, tantangan politik elektoral di daerah multikultural, hingga pentingnya menjaga netralitas dan integritas seluruh pihak dalam setiap tahapan pemilu.
Salah satu peserta diskusi menekankan bahwa nilai-nilai adat yang diwariskan leluhur dapat menjadi penguat moral dalam kehidupan demokrasi, selama dipahami dan ditempatkan secara proporsional dalam kerangka negara hukum dan demokrasi modern.
Menanggapi hal tersebut, Theofilus menegaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam pendidikan politik dan pengawasan pemilu merupakan masukan yang konstruktif. Namun, ia juga menekankan bahwa upaya mewujudkan pemilu yang damai tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan komitmen, tanggung jawab, dan kerja bersama dari seluruh elemen bangsa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pemahaman empiris mengenai praktik demokrasi di tingkat lokal serta pentingnya peran pengawasan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Humas Bawaslu Tana Toraja