PEMBUKAAN RUA PMKRI CABANG TORAJA 2026: TEKANKAN REGENERASI KEPEMIMPINAN DAN PENGUATAN DEMOKRASI
|
Toraja, 2026 – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Toraja Sanctus Paulus menggelar Pembukaan Rapat Umum Anggota (RUA) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Regenerasi Estafet Kepemimpinan dalam Semangat Tiga Benang Merah”. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam proses kaderisasi dan keberlanjutan kepemimpinan organisasi. di Aula Gereja Katolik St. Santo Yosep Mendetek. Senin, 4 Maret 2026.
Acara pembukaan berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk jajaran kepolisian serta lembaga penyelenggara pemilu. Sambutan pertama disampaikan oleh Kapolsek Makale, Iptu Bartholomius, yang menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga stabilitas keamanan serta berkontribusi aktif dalam kehidupan demokrasi. Ia juga mengapresiasi PMKRI sebagai organisasi yang konsisten mencetak kader-kader intelektual yang kritis dan berintegritas.
Pembukaan resmi kegiatan dilakukan oleh Ketua PMKRI Cabang Toraja, Imanuel. Dalam sambutannya, ia mengulas secara mendalam tema yang diangkat, yakni tentang pentingnya regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa estafet kepemimpinan bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan proses pembentukan karakter kader yang berlandaskan nilai-nilai “tiga benang merah” PMKRI, yaitu Kristianitas, Intelektualitas, dan Fraternitas.
“Regenerasi harus berjalan secara terarah dan berkesinambungan, dengan tetap berpegang pada nilai dasar organisasi agar PMKRI tetap eksis dan relevan dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Imanuel.
Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dari Bawaslu Kabupaten Tana Toraja. Dalam pemaparannya, Bawaslu mengangkat materi tentang konsolidasi demokrasi dalam memperkuat penyelenggaraan pemilihan umum di luar tahapan. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam pengawasan pemilu secara berkelanjutan.
Bawaslu menekankan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya terjadi saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam mengawal proses demokrasi secara menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader PMKRI Cabang Toraja semakin siap melanjutkan estafet kepemimpinan serta berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat.
Bawaslu Tana Toraja