Bawaslu Tana Toraja Gandeng Dasa Wisma, Tegaskan Peran Perempuan Lawan Politik Uang
|
Tana Toraja, 7 April 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tana Toraja terus memperkuat upaya pencegahan pelanggaran pemilu melalui kegiatan konsolidasi demokrasi di tengah masyarakat. Kali ini, Ketua Bawaslu Kabupaten Tana Toraja, Elis Bua’ Mangesa’, melaksanakan diskusi bersama Kelompok Dasa Wisma Lingkungan Pa’pakandean, Kelurahan Tondon Mamullu, Kecamatan Makale, pada Selasa (7/4/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 20 peserta tersebut berlangsung dengan antusias. Diskusi difokuskan pada isu politik uang dalam pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang masih menjadi tantangan serius dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dalam penyampaiannya, Elis Bua’ Mangesa’ menekankan bahwa peran perempuan, khususnya para ibu dalam kelompok dasa wisma, sangat strategis dalam menentukan arah demokrasi yang bersih dan berintegritas. Ia mengajak seluruh peserta untuk berani menolak segala bentuk praktik politik uang dalam setiap tahapan pemilu maupun pemilihan kepala daerah.
“Kesadaran dan keberanian ibu-ibu untuk menolak politik uang menjadi kunci penting dalam mewujudkan demokrasi yang jujur dan adil,” ujar Elis.
Salah satu peserta diskusi, Ibu Ludi, mengungkapkan bahwa kelompok ibu rumah tangga kerap menjadi sasaran praktik politik uang. Hal ini disebabkan oleh peran mereka sebagai pengelola ekonomi dalam keluarga.
“Kami sering menjadi target karena dianggap memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Elis Bua’ Mangesa’ menegaskan bahwa praktik politik uang yang menyasar kelompok perempuan, khususnya ibu-ibu dasa wisma, memiliki dampak yang sangat serius. Tidak hanya merusak kualitas demokrasi, tetapi juga berpotensi mengganggu tatanan sosial di masyarakat.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan dengan menyampaikan pesan penolakan terhadap politik uang kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kami berharap ibu-ibu dapat menjadi pelopor dalam menolak politik uang, serta mengedukasi keluarga agar tidak menerima dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tana Toraja terus mendorong pengawasan partisipatif sebagai upaya bersama dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi di daerah.
Bawaslu Tana Toraja